5 Hal yang Lebih Jahat daripada Selingkuh

5 Hal yang Lebih Jahat daripada Selingkuh

Dalam hubungan, barangkali selingkuh menjadi dalil paling kuat untuk setiap orang untuk membubuhkan amarah dan mencetuskan kecewa yang paling besar pada pasangannya. Ya, selingkuh kadang nggak termaafkan dengan teknik apapun. Selingkuh tersebut seperti penyakit yang dapat kambuh kapanpun. Dan sayangnya, beberapa besar hal ini diandalkan oleh cewek. Cewek begitu sakit dengan sikap cowoknya yang laksana ini.

Tapi, Menurut Sedayubet di balik persoalan perselingkuhan ini, ternyata terdapat yang lebih jahat dan nggak gampang untuk dimaafkan untuk cowok. Mungkin sebab memang cowok dan cewek ialah dua makhluk yang berbeda, makanya pandangan terhadap rasa sakitpun berbeda. Menurut irit para cowok, kami lebih nggak dapat terima dengan perlakuan cewek yang laksana ini loh!

5 Hal yang Lebih Jahat daripada Selingkuh
5 Hal yang Lebih Jahat daripada Selingkuh

Merendahan keterampilan cowok dalam mengerjakan sesuatu. Cowok sangat anti diginiin!

Salah satu urusan yang sangat menyaitkan untuk cowok ialah saat ceweknya nggak percaya bila dia dapat melakukan sesuatu. Saat cewek bilang “ah paling anda nggak bisa”, telinga cowok bakal terasa terbakar dan dalam sejumlah hal ini jauh lebih sakit daripada diselingkuhin. Mungkin cewek pun bakalan menikmati hal yang sama ketika disepelekan laksana ini, tapi untuk cowok, ini masalah harga diri dan dapat saja cowok marah luar biasa sebab ini.

Nggak menghargai posisi kami sebagai cowoknya. Malu dengan pasangannya atau bagaimana?

Posisi (kursi) menilai prestasi.

Sepakat deh dengan pepatah klasik semua mahasiswa dalam menghadapi ujian ini. Dan pepatah kuno ini pun berlaku untuk cowok dalam suatu hubungan. Maksudnya, cowok bakal menyayangkan atas sikap ceweknya yang nggak dapat menghargai posisinya sebagai pasangannya. Nggak tidak banyak loh, cewek yang ‘malu’ dengan eksistensi dan kedudukan cowoknya. Nah, urusan inilah yang menjadi terlihat begitu jahat daripada selingkuh di mata cowok.

Emosi emang gampang meluap, namun marah-marah di depan umum tersebut lebih jahat daripada apapun. Ini masalah harga diri!

Marah-marah pada cowok di depan umum pun menjadi masalah besar untuk cowok. Biar kata cewek melakukan urusan tersebut karena spontan, untuk cowok tersebut susah guna diterima, lagipula dimaafkan. Semarah apapun cewek pada cowoknya, cowok nggak suka dengan sikap cewek yang laksana ini. Sebab untuk cowok, cewek yang marah-marah di depan umum sama aja kayak merendahkan atau nggak menghargai cowoknya. Lagipula, tidak sedikit kok teknik untuk mengungkapkan amarah. Tapi nggak dengan mengungkapkannya di depan umum juga!

Cewek yang keras kepala tersebut emang menyebalkan. Hubungan yang baik tersebut seharusnya dapat diajak saling kompromi

Setiap orang memang tercetus dengan kadar ego yang berbeda-beda. Kadang, cinta dapat takluk sebab ego, namun kadang egolah yang menang. Akan paling menyakitkan untuk cowok ketika setiap hari berkonfrontasi dengan ego ceweknya. Mungkin cewek mengira bahwa cowok suka berantem, sebenarnya aslinya cowok sangat malas bila harus berantem dengan ceweknya. Sebenarnya urusan ini tidak melulu berlaku bikin cewek sih, namun cowok juga.

Yang jauh lebih jahat dari selingkuh: meninggalkan tanpa alasan. Harusnya, ‘kan, cowok yang meninggalkan. #eh

Cowok ialah makhluk yang masuk akal. Dengan tidak bilang apapun, tersebut namanya telah merendahkan cowok. Tidak masalah andai hubungan mesti berakhir, tapi mesti terdapat alasannya. Cowok manapun nggak bakal terima ketika diputusin cewek tanpa dalil yang jelas. Kami sadar, hubungan emang nggak terdapat yang masuk akal. Tapi meninggalkan tanpa adanya dalil yang jelas bukanlah pilihan. Hal ini adalahtindakan yang lebih jahat daripada selingkuh, untuk cowok.

Dari lima urusan di atas, mana yang berpotensi akan dilaksanakan oleh cewekmu? Ini bukan masalah kebiasaan, ini hanya masalah tanggung jawab atas pasangan. Kalau cewekmu masih melakukan sejumlah hal di atas, lebih baik anda tebar jala lagi aja! :p

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *